Free Web Space | BlueHost Review  

Jokes

Lelucon ini merupakan kumpulan dari berbagai lelucon yang berlalu-lalang
di milis-milis, baik milis UPNVY, java-jokes dan lain-lain.

Mohon ma'af sebelumnya jika ada sedikit saru atau sara akan tetapi
tolong disikapi dengan dewasa dan di ambil nilai lucunya saja.

Atas pengertiannya , saya ucapkan terima kasih.

 indexbutton2.jpg (3973 bytes) flashbackbutton2.jpg (4577 bytes) memberbutton2.jpg (4306 bytes) soulbutton2.jpg (5446 bytes) upnbutton2.jpg (4303 bytes) gallerybutton2.jpg (5523 bytes)                                  

Ayam Goblok

Pada suatu hari ada seorang pedagang kaya yang ingin mengadakan hajatan
untuk putranya. Untuk keperluan itu ia datang ke seorang bandar ayam dan memesan 100 ekor ayam.
Pedagang kaya : "Saya ingin memesan 100 ekor ayam untuk besok, ini alamat saya (seraya memberikan kartu namanya)."
Bandar ayam : "Baik tuan, akan saya suruh anak buah saya untuk mengantarkan ke rumah tuan."
Sepulangnya si pedagang kaya, bandar ayam tersebut langsung memanggil seorang anak buahnya yang bernama Joni dan memberikan instruksi...
Bandar ayam : "Joni, tolong antarkan 100 ekor ayam besok ke alamat ini (sambil memberikan kartu nama si pedagang kaya)."
Joni : "Nganterin ayam-ayam? Beres Tuan !"
Besoknya dengan mengendarai sepeda motor si Joni pergi mengantarkan 100 ekor ayam tersebut. 50 ekor diletakkan di sebelah kanan dan sisanya 50 ekor lagi diletakkan di sebelah kiri. Akan tetapi malangnya,di tengah perjalanan dia terjatuh dari sepeda motornya..., ayam-ayam yang dia bawa
langsung lepas dan pada lari berhamburan. Orang-orang ramai berdatangan
untuk mengetahui keadaan si Joni.
Tetapi si Joni malah tertawa terbahak-bahak.
Seseorang diantara orang-orang yang datang bertanya, mungkin ia
merasa khawatir karena melihat si Joni yang tertawa-tawa...
Orang yg datang : "Mas, mas nggak apa-apa kan... Kepalanya nggak sakit kan ?"
Joni : "Ha... ha... ha... !"
Orang yang datang : "Mas, kenapa mas ?"
Joni : "Ha... ha... ha..., dasar ayam-ayam goblok, mau kemana elu pada?!"
(sambil menunjuk ke arah ayam-ayam yang berlari)

"Alamatnya kan ada di gue... Hua.. ha.. ha.. ha....."
TEST MOGA UGHA

Tiga orang pria sedang melakukan ekspedisi mencari harta karun di hutan Amazon. Dasar peta yang mereka gunakan itu fotocopian, makanya jadi ngaco. Setelah berjalan berhari-hari, mereka tidak menemukan lokasi yang dimaksud. Makanan dan air sudah habis.

Di tengah kelelahan yang amat sangat, mereka ditangkap oleh sekumpulan penduduk primitif yang kanibal. Ketiga pria tersebut diikat di batang bambu, lalu ditenteng rame-rame ke perkampungan mereka. Seperti biasa, ketiga pria yang telah menjadi tawanan ini dihadapkan pada kepala suku mereka.

Kepala Suku : " Kalian bertiga sangat beruntung. Kami sudah berkecukupan daging manusia setelah memenangkan perang dengan suku lain. Saya memberikan dua pilihan, anda menjadi budak kami atau mengikuti tes MOGA UGHA.

Salah satu dari ketiga pria bertanya : "Apa yang Anda maksud dengan MOGA UGHA itu ?"

Kepala Suku : " Begini, Anda akan kami lepaskan ke hutan, tentunya dengan pengawasan. Anda harus membawa pulang 10 buah hutan yang sama ke sini sebelum matahari terbenam. "

Pria : " Lalu buah itu diapakan ? "

Kepala Suku : " Perintah selanjutnya akan saya beritahu nanti. Pokoknya, kalau anda berhasil melewati tes ini, maka anda boleh pulang dengan bebas. Cepaaaat, pilih mana ? Jadi budak kami atau MOGA UGHA ? "

Ketiga pria itu berdiskusi sebentar, kemudian berkata : " Jelas kami pilih tes MOGA UGHA. "

Maka dilepaskanlah ketiga orang tersebut ke tengah hutan dengan pengawalan. Masing-masing pria tersebut ditugaskan mengumpulkan 10 buah hutan yang sama.

Pria pertama kembali ke perkampungan dengan membawa 10 buah salak.

Kepala Suku : " Baiklah, sekarang kamu harus menelan semua salak itu utuh-utuh tanpa ekspresi sedikitpun. Kalau wajahmu berkerut sedikit, maka langsung kami bunuh. "

Dengan wajah ketakutan, pria itu menelan buah salak pertama. Gleeeek . . . . kemudian buah salah kedua . . . . Gleekkkk . . . . Wajahnya mulai berkeringat . . . lalu buah salak ketiga . . . . . Gleeekk. Ia tidak tahan lagi menahan sakit, sehingga secara refleks mengerutkan keningnya. Melihat raut wajah pria itu yang berubah, kepala suku langsung mengatakan : " Gagal ! ".

Pria itupun akhirnya dibunuh.

Pria kedua kembali ke perkampungan dengan membawah 10 buah ceri hutan.

Mendengar perintah si kepala suku, pria itu tertawa gembira. Pikirnya, betapa mudah menelan utuh-utuh 10 buah ceri. Dengan perlahan-lahan, ia menelan buah ceri yang pertama . . Bluup . . . buah ceri kedua . . . Blupp . . . tanpa masalah dan perubahan di ekspresi wajah. Pada saat pria itu akan menelan buah ceri yang kesepuluh, tiba-tiba ia tertawa terkekeh-kekeh, sehingga kepala suku menyatakan : " Gagal ! ".

Pria kedua akhirnya dibunuh.

Di Surga, pria yang pertama bertemu dengan pria yang kedua.

Pria pertama : " Saya heran kenapa kamu tertawa pada saat akan menelan ceri ke-10. Padahal waktu itu kamu bisa pulang dengan selamat. "

Pria kedua : " Bagaimana saya bisa tahan untuk tidak ketawa. Saya melihat temanmu (pria yang ketiga) pulang ke kampung dengan membawa nanas ! "

Dan memang, pria ketiga mengamati pembicaraan pria pertama dan kedua dari jauh. Ketiga-tiganya tidak ada yang lolos dari tes MOGA UGHA ! 

Kacang

Si Mardi lagi tilik kancane mondok ndhok rumah sakit. Ndhik meja sandinge
tempat tidur koncone onok piring isine kacang kenari.
Sambi ngobrol, Mardi ngemil kacang kenari ora kroso sampek entek. "Wah gak
kroso kacange tak kemil nganti entek, sorry ya cak" jare mardi.
Jare koncone "Gak popo kok, wong ambek doktere aku gak oleh mangan kacang,
mari tak emut coklate terus kacange tak delehno piring kuwi kok"
Binaragawan

Onok binaragawan terkenal duwe nadzar lek menang pertandhingan kate topo mbisu telung ndino.
Gak nyongko temenan menang pertandhingan ndhok Thailand/Bangkok.
Tekan omah, mbokne seneng banget mergo anake menang. Saking suenenge arep
masak roti pisang, nanging gak duwe bahane. Terus kongkonan bocah iku "Le,
tulung tukokno endhog sekilo, susu seliter ambek pisang sepuluh iji"
Anake mung manggut-manggut wong isih topo mbisu, blas langsung mangkat
nanggon warung sebelahe.
Tekan warung bocahe bingung arep nembung kepiye wong topo mbisu, wedi batal.
Akhire si bocah duwe akal njuk nuduhke lengene, sing duwe warung langsung
ngerti jarene "endhog sekilo yo...", mari  ngono njuk nuduhke teteke, sing duwe warung yo langsung ngerti,jarene :"susu yo le...", bareng arep nembung pisang si bocah bingung, akhire ketemu akal
njuk mlotrokake kathoke, nuduhke anune.
Lah sing duwe warung bingung batine "Arek iki kate gawe opo, kok pesen
endhog, susu ambek cabe kriting?"
Kewan Paling Cuilik

Santo mbedheki adine,
Santo : "Kewan opo sing paling cuilik?"
Santi : "Yo tumo, kewan sing paling cuilik"
Santo : "Salah, sing bener cacing !"
Santi : "Kon iku piye seh, yo jelas tumo sing paling cuilik !"
Santo : "Lha lek tumone cacingen"
Liburan

Ono bocah diajak wong tuane tamasya menyang pantai kutha Bali. Bapake
mlaku-mlaku dhewe, anake dolanan banyu laut. Ujug-ujug anake mlayu marani
ibune karo ngomong "Bu, bu aku mau weruh wong wedok-wedok sing dhodhone
luwih montok timbangane ibu"

Ibune mangsuli "Sssttt tak kandhani le, soyo tambah montok, wong wedok kuwi
soyo tambah goblog !"

Anake balik dolanan banyu maneh. Let sedhelo anake marani ibune maneh karo
takon "Bu, bu aku mau weruh wong lanang-lanang kok anune luwih gedhe
timbangane duweke bapak ?"

Ibune mangsuli "Tak kandhani le, soyo tambah gedhe anune wong lanang kuwi
soyo tambah goblog !"

Anake balik maneh dolanan. Let sedhelo anake mlayu marani ibune karo ngomong
"Bu, bu, bu, aku lagi wae weruh bapak ngobrol karo wong wedok sing paling
GOBLOG, soyo suwe ngobrol, bapak soyo tambah GOBLOG, GOBLOG, GOBLOG..."
Terlambat Ngangkat

Alkisah, di sebuah SMU di daerah terpencil, ada 3 orang guru dropping
dari Depdikbud yang harus mengajar IPA walaupun waktu kuliah di IKIP,
jurusannya jelas-jelas bukan IPA. (teringat di kampung saya seorang guru agama
ngajar IPA, Alumni STM ngajar Ekonomi malah sekarang jadi Wakil Kepala sekolah
di SMA, yang nulis juga pernah jadi Guru Fisika, Kimia, dan Komputer di SMA
Al-Izhar Jakarta, walaupun bukan Profesinya)
_____________________________________________________________
Ceritanya gini :

Sesuai jadwal pelajaran, masing-masing guru masuk ke klas tsb.

Jam pertama, pelajaran Ilmu bumi alam falak, Pak Harmoko sedang menerangkan
keadaan cuaca, setelah itu dia bertanya kepada murid-murid di klas:

Guru    : Kenapa jemuran kering bisa basah ????
Ali     : kena hujan
Guru    : Salah,
Bedoel  : terlambat ngangkat
Guru    : Betoel......seratus !

Jam pelajaran kedua, Guru Fisika masuk, Pak Tanjung, menerangkan tentang
proses pembakaran sehingga terjadi Carbon mono-oxide (CO) dan di-oxide (CO2),
setelahpelajaran selesai dia bertanya:

Guru    : kenapa roti di oven bisa hangus ?
Ali     : adanya peristiwa pemanasan tinggi, sehingga O2 di dalam oven
          memuai akibatnya particles O2 yg panas pd menabrak roti sehingga
          rotinya mengalami trauma tumpul akibatnya rotinya memarkehitaman.....!
Guru    : salaaaahhhhhh !
Bedoel  : "terlambat ngangkat !"
Guru    : betul.....betul !

Jam pelajaran ke tiga, guru biologi yang masuk, Pak Ghalib,
menerangkan tentang proses pembuahan. Setelah selesai beliau
bertanya kepada muridnya:

Guru     : kenapa wanita hamil ???
Ali      : karena terjadi zygote, yaitu pertemuan antara sperma dengan sel telur!
Guru     : Salaaahhhhh !
Bedoel   : "terlambat ngangkatnya" !
Guru     : Tul sekali.....,

Jam pelajaran ke empat, guru sejarah yang masuk, Pak Murdiono,
Menerangkan tentang sejarah reformasi, kemudian biar murid-murid nggak
pada ngantuk, guru tanya :

Guru     : hayo siapa yang tahu kenapa Bapak Suharto direformasi
Tono    : karena dollar melonjak terus pak
Guru    : Waduch hampir betul !
Bedoel   : Karena terlambat turun Pak
Guru     : Tul sekali ...........

Ada pertanyaan bonus nich ......
Guru     : hayo kapan kerusuhan dimulai !
Warno  : 12 Mei Pak
Guru     : kurang tepat !
Bedoel   : waktu tetangga saya bawa TV, radio, Kulkas, ramai-ramai ....
Guru     : Pinter bedoel .... !
Bapak Anak Podho Wae

Sawise tukaran suwe karo Bapake .. SLAMET brontak karo ngomong, "Aku pingin sing enak-enak, klayapan, duit karo wong wedok ayu .. !!! Saklawase aku gak tahu nemu ndok omah iki .. !! Aku kathe minggat .. !!! Ojok koq cobak-cobak ngalang-ngalangi aku .. !!"
Mari ngono SLAMET langsung metu soko omahe. Terus Bapake melok mlaku ndok mburine SLAMET.
"Aku lak wis ngomong .. Ojok koq kathik-kathik ngalangi niatku minggat soko omah iki ", omong SLAMET setengah nyentak Bapake
"Sopo sing kathe ngalang-ngalangi kowe", jare Bapake "Lekne awakmu gelem ngentheni sedhela wae .. Bapak arep melo kowe "

Walllahh .. anak Bapak podho wae ... !!!

Ngglathak

Marno lagi wae nggowo ponakane seko ndeso. Sawijining ndino Marno ngajak
ponakane kondangan. Dasar ponakane wong ndeso mulo panganan opo wae disikat.
Tekan ngomah ponakane takon:
Ponakan: "Pak lik, roti sing cilik-cilik mau roti opo ?"
Marno: "Sing cilik-cilik koyo opo to?"
Ponakan: "Iku lho sing koyo dimik rek rasane koyo KAYU"
Marno: "Lho iku dudu roti, iku kanggo SOGOK untu le"
Sabun

Bojone Sumar sambat jarene: "Cak, sabune mandi kok cuepet entek, sampeyan gae ngusuki opo?"
Cak Sumar : "Yo ngusuki awak to.  Iku lho si Iyem pembantumu lek adus mesti nggae sabunmu"
Bu Sumar: "Ojok seneng ngarani, dosa lho, wong dheknene wis tak tukokno sabun dhewe kok"
Cak Sumar: "Iyo percoyoo ae, si Iyem sing nggae sabunmu"
Bu Sumar: "Lho sampeyan ngerti teko endi lek si Iyem sing nggae sabunku"
Cak Sumar: "Dhek wingenane pas Iyem adus tak injen"
Bu Sumar: "Haahhhh....dasar wong lanang..."
Walikan

Saman karo Simin lagi podho bedhekan.
Saman: "Min gaweo ukoro yen diwolak-walik olehe moco unine ora malih"
Simin: "Ah gampang........ KASUR INI RUSAK"
Saman: "Lho iku kan bahasa Indonesia, sing boso Jowo piye?"
Simin: "Embuh ah gak ngerti"
Saman: "PAK KADIM MIDAK KAP"
Dadu

CAK SLAMET karo CAK ARIO lagi nunggoni meja judi dadune ndok kawasan Stasiun Pasar Turi Surabaya. Dungaren dino iki sepi banget gak koyok biasane. Sampe akhire teko wong wedok seksi ngampiri wong loro iku mau.

"Mas .. aku arep ngadu untung karo sampean .. !!!", jare wong wedok mau.
"Oh iya mangga .. ", jare CAK SLAMET.
"Aku arep totohan seket ewu tak deleh nomer enem .. kene dadune aku sing ngocok .. !!!", jare wong wedok karo ngapek dadune.
"Sak karepmu wis .. pingin moleh gak klambenan tha .. !!!", jare CAK ARIO.
"Tak pikir aku kathe menang lekne aku ngocok dadu karo kathok-ku tak coplok .. ", jare wong wedok mau karo nirokno gayane striptease ndok pub. Dadu dikocok .. klotak metu nomer enem ..
"Aku menang .. aku menang .. aku menang .. keno nggo tuku klambi ... ", jare sing wedok karo ngapek dhuwite lan hadiahne .. terus langsung minggat soko wong loro mau sing lagi kebengong-bengong.
"Lho tak pikir awakmu mau merhatekno dadune MET .. !!", jare CAK ARIO.
ABRI

Si Bedoel naik bis kota "PATAS", karena penumpangnya penuh sekali
tumpleg-bleg lanang wedon campur senggol-senggolan, padahal bisnya ada tulisan
"PATAS", PENUMPANGnya seyogyanya TERBATAS ! Inilah Jakarta Bung semrawut ....!
Kadang benar juga si AMIN RAIS itu, untuk menjadikan Negara Federal, biar nggak
lari semuanya ke PUSAT ! Tapi belum saatnya kali .......... ah itu sudah ada yang ngurus !
Bedoel gak dapet kursi, sambil berdiri gelantungan, penumpang di sebelahnya tiba-tiba tanya :
Penumpang :"Bang, apakah Bapaknya ABRI ?"
Bedoel        : "Tidak"
Penumpang : "Apakah Ibu Abang KOWAD ?"
Bedole        : "Tidak juga"
Penumpang : "Apakah kakak atau pamannnya ada yang jadi ABRI ?",
Bedoel        : "Nggak ada "
Bedoel        :  "Emangnya kenapa ?"
Penumpang : "Jangan injak kaki saya dong ........ "
Van Gogh vs Raden Saleh

Van Gogh pelukis bongso walondo wis suwe bersahabat karo pelukis Indonesia
Raden Saleh, masio sahabatan nanging lorone saingan bab hasil lukisane.
Sak wijine dino R Saleh diundang Vangogh, dipameri yen deweke nglukis
kembang apik banget koyo tenanan nganti dipencoki kupu akeh banget. Raden
Saleh sedih banget ngluncrut mulih karo nggagas piye carane ngalahake walondo siji kuwi.
Pirang-pirang dino R Saleh ora metu soko kamar, Van Gogh rodo kelangan
sahabat, terus marani nang omahe raden saleh, tekan kamare R saleh, Van Gogh
njeriiiit amargo weruh R saleh bunuh diri, nglekar nang njobin, wetenge
dicubles dhewe nganggo keris, getihe mblabar-blabar. Sak tengahe Van Gogh
jerit-jerit, raden saleh metu soko kamar karo ngelus gegere Van
Gogh....jarene :" sampeyan mung iso ngapusi kupu, aku iso ngapusi
uwong...londo maneh..ha...ha...ha" Van Gogh nesu langsung gendring mulih
nang studione terus ngalamun pirang-pirang dino.
Kocap kacarito Van Gogh kangen karo R saleh, terus marani nang omahe Saleh,
nang ngarepe lawang omahe Saleh ono TINJA methuthuk akeh banget....  Van
Gogh mbatin, saiki aku ora gelem diapusi wong inlander maneh, iki TINJA
mesti gur lukisane Saleh..... nah terus diidak... tibake TINJA temenan......
Dukun Sakti

Pak Sonto ambek bojone moro nanggone dukun sing kondang sektine, njaluk
sarat supoyo biso cepet sugih. Karo dukune pak Sonto diwehi kerikil cacahe
telu, jare pak dukun "Mengko yen wis tekan ngomah, opo penjalukmu sambi
mbanting kerikil kuwi bakal dikabulke".

Tekan ngomah pak Sonto njupuk kerikil siji, sambi siap mbanting kerikil
ngomong karo bojone "Aku pengin montor bene gampang yen lelungan". Bojone
ngalang-alangi "Ojo montor, ning njaluko omah wae, wong omahe iki wis arep
rubuh". Akhire pak Sonto udreg-udregan karo bojone "montor", "omah", "montor", "omah"........
Amargo mangkel pak Sonto mbanting kerikile karo misuh "anu....".
Bener temenan sak awake pak Sonto tukul anune. Pak Sonto bingung terus
njupuk kerikil siji maneh terus dibanting sambi ngucap "Anune ilango kabeh".
Sanaliko anune pancen ilang...nanging jebule anune pak Sonto sing asli yo melu ilang.
Akhire kerikil sing gari siji dienggo mbalekno anune pak Sonto sing asli, dadi pak Sonto ora sido sugih.
Pak Bambang

Aku duwe langganan warung nasi "Bu Siti". Saben dino yen mangan awan aku
mrono. Mung siji masalahe, saben-saben bu Siti ngundang aku Pak Ganjar.
Contone "Bade dahar nopo Pak Ganjar" utowo "Ngunjuk teh nopo es jeruk Pak
Ganjar". Akhire tak ilokno "Bu Siti, nami kulo Pak BAMBANG sanes PakGANJAR".

Esuke aku mrono maneh, eh balik maneh bu Siti ngundang aku Pak Ganjar.
Jarene "Pak Ganjar, kulo aturi prikso, kolo wingi wonten tiyang dahar mriki,
piyantune persiiisss penjenengan. Pokoke mboten wonten bedane sithithik
mawon kalih Pak Ganjar. Piyambake ngendiko yen asmane Pak BAMBANG"
Salesman

Kapanane onok Salesman Vaccum Cleaner teko nhik omahku.
Ewangku durung sempet ngomong opo-opo moro-moro salesman iku mau langsung
nyebarno tembelek wedhus ndhik karpet.
Jarene ngene ''Wis pokoke buk, lek sampek vaccum cleanerku iki gak isok
nyedot, tak jamin tak emploke sithok-sithok tembeleke wedhus iku."
Jare ewangku "Peno kepingin didhulit sambel tha ngemploke ?".
"Lho opoko masalae ?'' salesmane takok.
"Lha peno gak ndhelok tha saiki lampu mati ..."
Rasa stroberi tah ...?

Pas acara perpisahan arek TK, setiap murid nggowo kado gawe bu gurune.
Sing pertama maju anake pedagang bunga.  Bu gurune ngambung kadone ambek mbedhek,
"Isine kembang yo....".
"Seratus buat bu guru.." jare anake pedagang bunga.

Sing kedua maju anake wong dhodhol mracang.  Ambek bu gurune kadone
dikocok-kocok.  Wah iki rodok angel mbedheke, pikire.
"Isine permen yo...".
"Pinter bu guru.." jare anake wong dhodhol mracang.
Mari ngono, maju anake wong dhodhol es krim.  Pas kadone diangkat, dhadhak
netes.  Ambek bu gurune tetesane diincipi.
"Es krime rasa anggur yo..." jare bu gurune.
"Salah..." jare areke.
"Rasa stroberi tah...?" bu gurune kemeruh maneh.
"Salah .." jare areke.
"Wis aku nyerah, rasa opo sih iku"  takok bu gurune.
"Isinya anak anjing kok bu guru..."
Ngentutan

Yuk Jah lungo perikso nang dokter.
"Opoko sampeyan ning ?'' Jare doktere.
Yuk Jah terus cerito, "Iki lho dok, wis sak wulan iki aku malih ngentutan.
Sak jam isok ping sepuluh aku ngentut.  Cumak untunge, entutku iku gak mambu
ambek gak onok suorone, dhadhi gak onok sing ngerti.  Lha iki pas aku longgo
ndhik ngarepe sampeyan ae wis ping telu aku ngentut.  Tapi sampeyan gak
ngerti tho, mergo iku mau, entutku gak muni ambek gak mambu.  Cumak aku
malih gak enak dhewe, mosok arek wedhok ngentutan ".
"Oh, ngono tah.. Lek ngono tebusen resep iki.  Seminggu maneh mbaliko rene maneh" jare doktere.
Pas wis seminggu yuk Jah mbalik maneh nang doktere.
"Wis enakan tah ?" takok doktere.
"Aku gak ngerti obat opo sing dokter kekno wingi, cumak entutku saiki kok
ambune malih bosok gak karuan.  Sampek kudhu nggeblak aku.  Tapi untunge
entutku sik tetep gak muni", jare yuk Jah.
"Berarti saiki irung sampeyan wis gak buntu maneh.  Saiki tebusen resep iki yo" jare doktere.
"Obat opo maneh iku pak dokter ?" takok yuk Jah.
"Obat kopok.."
Pemburu

Onok pemburu mlebu alas nggowo bedil. Teko esuk sampek awan muter2 ndhik
njero alas durung oleh buruan. Ndilalahe ndhik njero alas ketemon gubug gak
ono wonge. Ndhik njero gubug ono sego komplit ambek iwake. Jare pemburu "Wah
kebeneran aku wus ngelih ndadak ono sego komplit sak iwake, gak ono sing
duwe pisan, tak pangan ae".

Mari mangan, si pemburu kebelet beol terus deweke langsung beol ndhik
sandinge gubug. Mari beol si pemburu kroso nguantuk, terus langsung turu
ndhik njero gubug. Lagi enak-enake turu moro-moro onok sing nggugah sambi
nodongke bedile. Jebule sing duwe gubug, sambi muring-muring jarene "Kurang
ajar, lagi ditinggal ngapek kayu segoku sak iwake kon entekno yo, tambahan
beol pisan. Ayo saiki kon kudu ngemplok tembelekmu dewe".

Mergo ditodong bedil, si pemburu nurut ngemplok tembeleke dewe, padahal
tembeleke akeh (hiii jijik ah). Mari si pemburu ngentekno tembeleke, sing
duwe gubug mbalekno bedile "Nyoh bedilmu, saiki kon minggato kono".

Rumongso wus duwe bedil si pemburu ganti nodong sing duwe gubug "Ayo saiki
gentenan, kon kudu beol mari ngono tembeleke kudu kon emplok". Masio gak
kebelet beol, wedi amargo ditodong, akhire sing duwe gubug beol, tapi
tembeleke mung sethithik. Batine sing duwe gubug "Hah tembelekku mung
sethithik, tak untal pisan ae langsung entek".

Jare si pemburu "Ayo tembeleke dipangan. Diemut ndhisik sing rodok suwe.
Dimamah alon-alon terus diulu sethithik-sethithik"
African Roulette

Seorang Duta Besar Afrika sedang di jamu oleh Duta Besar Rusia di
negaranya...Mereka berkeliling-keliling negara Rusia mengunjungi tempat
-tempat bersejarah seperti Lapangan Merah ..sampai kedaerah kerja paksa orang-orang hukuman.
Tidak lupa sang Duta Besar diajak makan-makan yang enak seperti telur Ikan
yang terkenal di Rusia sampai kunjungan enak-enak yang lainnya.
Menjelang kepulangan nya ke Afrika...si Rusia memperkenalkan permainan
Russian Roulette kepada si Afrika....(Russian Roulette=Judi dengan Pistol
Revolver 6 isian tapi hanya diisi 1(satu) peluru yang akan ditembakkan
kekepala sendiri setelah memutar revolvernya).
Mendapatkan tawaran itu si Afrika sangat terkejut dan ketakutan, tapi demi
menghormati Tuan Rumah dengan menyembunyikan Rasa Takut nya si Afrika
memberanikan Diri untuk mencobanya....diputarnya isi revolver .....kkkerrrrrrrkkk..
kemudian diarahkan pistol tersebut kekepalanya ....dan Klik......selamatlah si Afrika .....pistol tidak terpicu pada selongsong revolver yang ada isinya.....selanjutnya pulanglah si Afrika kenegaranya...

Dua bulan kemudian giliran si Rusia berkunjung ke Afrika .....begitu juga
maka si Afrika mengajak Russia berkeliling Safari mengunjungi
daerah-daerah Satwa Binatang-binatang yang memang merupakan kekayaan
Afrika....dan tidak lupa diajaknya makan-makan yang enak dengan
buah-buahan yang segar sampe kunjungan enak-enak yang lainnya.....
Menjelang kepulangan si Russia kenegaranya maka si Afrika
memperkenalkan Afrikan Roulette kepada si Russia......dan kata si Afrika
kepada si Russia ......sambil memperkenalkan 6 Gadis-gadis Cantik afrika
dalam keadaan bugil tanpa benang sehelaipun di tubuhnya...."Silahkan Tuan
Ambassador memilih salah satu dari 6 Gadis tercantik di Afrika ini untuk
melakukan Blow Job (Oral Sex) untuk Tuan"
Wah...si Russia dengan tersenyum malu-malu ......bertanya kepada si Afrika
"Lho dimana ketegangan yang mencekam seperti permainan Rusian Roulette di
negara saya" Maka selanjutnya Si Afrika menjelaskan "Oooo...ketegangan
yang mencekam adalah bahwa salah satu Gadis tersebut masih termasuk Etnis Kanibal"
Auto 2000

Di sebuah rumah sakit bersalin ada 4 suami yang sedang menunggu istri-istri mereka melahirkan. Kemudian seorang dokter keluar dari ruang bersalin. Dan memanggil A, memberitahukan bahwa istrinya melahirkan anak kembar. Lalu A berkomentar "Wah pas, aku kan kerja di PT. Kembar Jaya". Beberapa saat kemudian Dokter keluar ruang bersalin dan mencari B, dan ngasih tau bahwa istrinya melahirkan anak kembar 3. Dan B berkomentar "Wah cocok, saya kan kerja di PT. Tiga Serangkai". Lalu untuk yang ke-3 kalinya Dokter keluar ruang bersalin dan ngasih tau ke C bahwa istrinya melahirkan 7 anak kembar, Lalu C berkomentar "Wah saya kan kerja di PT. Bintang Tujuh. Tiba-tiba di samping mereka ada suara benda jatuh, yang ternyata adalah ada seorang laki-laki yang jatuh pingsan. Mereka semua menolongnya, dan ditanya "Kenapa?" dia menjawab "Saya kerja di Auto 2000 Pak"
Jaran

Mat Pithi dikirim kerjo ndhuk freeport Irian, kepekso ninggalno bojone.
Seminggu ndhuk kono hasrat lanange mulai bangkit. Tapine ndhuk kono gak ono
wedokan sing iso digae nglampiasno.
Mat Pithi lapor boss-e ngandakno opo masalahe. Ambek boss-e diwangsuli "Iku lho,...nggaeo jaranku wedok".
Batine mat Pithi "dancuk.....uwong kok dikongkon main ambek jaran".
Wis sewulan hasrate mat pithi soyo tambah gedhe, mbaleni lapor boss-e maneh.
Jare boss-e "wis to, gak usah isin. Gae-en ae jaranku. Arek-arek kene wis biasa nggae jaranku"
Pikir-pikir konco-koncone kerep nggae jarane boss, akhire mat Pithi
nglampiasno hasrate ambek jarane boss. Mari main ambek jaran dheweke lapor
boss-e "matur nuwun boss, wah aku puas banget".
Jare boss-e "Koen gak usah matur nuwun, wong arek-arek kene biasa numpak
jaranku gae golek balon ndhuk ndeso sebrang kono".
Wong Edan

Kere: "Pak nyuwun paring-paring, kulo tiyang bisu"
Bapak: "Lho? Wong bisu kok iso ngomong?"
Kere: "Eh salah, kulo tiyang budheg, Pak"
Bapak: "Budheg kok iso krungu?"
Kere: "Eh sanes, kulo tiyang picek, Pak"
Bapak: (sambi ngetung duwite) "Ora duwe pecahan"
Kere: "Lha niku wonten atusan tigo, Pak"
Bapak: "Jarene picek kok iso weruh?"
Kere: "Salah maneh. Aku wong edan Pak!!!"
NEGRO SEJATI

Alkisah di negara Afrika sana, manusia yang paling hitam adalah yang paling hebat!
Hitam dalam arti hitam segala-galanya, itulah Negro Sejati!
Ada 3orang anak kecil yang sedang membandingkan kehitaman Bapaknya.
Anak yang ke 1 : " Babe gue kemarin sedang ngupas Apel, eh.. tangannya terluka,
DARAHnya HITAM!!!!...
Anak yang ke 2 : "Papi ku kemarin sedang benerin Parabola, eh.. terjatuh sampai
patah tulang,   TULANGnya HITAM !!!"
Anak yang ke 3, nggak mau kalah hebat : "Hm.. itu belum seberapa,tadi malam
waktu kami sedang nonton TV diruang keluarga, tiba-tiba Bokap gua KENTUT, ..... ruangan jadi
GELAP !!!!!! "
NENEK GR

Dalam sebuah perjalanan kereta api Jakarta - Bandung, seorang anak muda duduk
berhadap-hadapan dengan seorang nenek.
Selama lebih dari 3 jam si anak muda sibuk sekali dengan menguyah permen
karetnya. Sementara si nenek selalu memandang ke wajah anak muda itu.
Dan setelah sampai di stasiun Bandung, akhirnya berkatalah si nenek: "Nak,
terima kasih atas usahamu untuk bercakap-cakap dengan nenek sepanjang perjalanan
ini.  ... Tapi perlu anak ketahui bahwa nenek sebenarnya tuli."
ENAKNYA PUNYA ISTRI PINTER MASAK

Pendeta : Apakah kamu selalu berdoa sebelum makan ?
Wawan : Oh'...nggak perlu lagi. Dulu memang ya, tapi sekarang istri saya sudah pintar masak.
NENEK BANDEL

Wawan : "Tadi saya dan enam orang teman membantu seorang Nenek menyeberang jalan, Ayah."
Ayah : "Oh, bagus sekali, Nak. Itu namanya anak yang baik.
Tapi, mengapa sampai sebanyak itu kalian membantunya ?"
Wawan : "Soalnya, Nenek itu tidak mau menyeberang jalan."
NYELEWENG SIH...

Atiep lagi nyante sambil baca koran di halaman depan, ketika ia tiba2 dikagetkan
dengan sebuah pulukan di belakang kepalanya.... "toennggg........" demikian
bunyi piring seng yg dipukulkan oleh istrinya, dan tepat mengenai botaknya....
Nggak ada ujan nggak ada angin digituin, si Atiep marah-2... "He...ngapain mukul-2 suamimu ????"
"Lu dasar laki-2 hidung belang....." balas istrinya.
"siapa DESI yang kamu tulis namanya di kertas dalam dompetmu itu ?"  Atiep
sempat gelagapan, nyaris kepergok selingkuhnya dengan DESI, untung dia langsung
ketemu jurus ampuh buat menghindar.....
"O... rupanya itu toh..... DESI itu nama Kuda taruhan, kemarin aku sempet
taruhan sama temen-2 di kantor...." Untung sang istri percaya, jadi perang dunia tak jadi meletus....
Tiga hari kemudian.... "TOEEEENG..."
kali ini rantang mendarat di kepala Atiep yang botak lebih kenceng!
Ampir semaput....Atiep marah-2 sama istrinya....
"Ngapain kau pukul aku Mam ???"
Istrinya dengan kalem menjawab,
"TUH... KUDAMU telepon nyari kamu......"
Surat Kepada Tuhan

Sejak Indonesia memasuki masa krisis ekonomi yang dimulai awal tahun 1998
hingga sekarang begitu banyak pengangguran yang putus asa karena tidak
mendapat pekerjaan. Hal ini diperparah lagi dengan harga-harga yang
membumbung tinggi. Tak heran jika banyak pengangguran yang rela bekerja
apa saja untk mendapatkan uang.

Roni adalah salah satu pengangguran yang sudah putus asa karena ketatnya
persaingan tersebut. Setelah hampir 1000 lamaran dia kirim tidak
mendapatkan hasil, ia benar-benar sudah mencapai titik nadir dalam hal
kondisi keuangan. Hingga dia tidak tahu lagi harus meminta ke siapa.

Dalam rasa putus asanya, dia teringat akan Tuhan. Maka dia mencoba menulis
surat kepada Tuhan agar dia diberi uang. Dia mencoba untuk pertama kali
meminta uang kepada Tuhan sebesar Rp. 100,000,-. Selesai menulis surat
tersebut dia langsung menuju kantor pos. Setelah membeli perangko
secukupnya dia masukkan surat tersebut ke dalam kotak pos yang ada di
kantor pos lengkap dengan alamat pengirim.

Keesokkan harinya, pegawai pos kebingungan karena surat tersebut harus
dikirim kemana. Kemudian salah satu pegawai tersebut mengusulkan untuk
mengirimnya ke Polisi.

Polisi yang menerima surat itu beberapa hari kemudian tentu tambah bingung
karena surat itu ditujukan ke mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk
membuka surat tersebut. Disaksikan oleh banyak di Polisi dikantor itu
mereka membaca surat itu. Polisi-polisi itu merasa iba dengan cerita di
Surat tersebut, sehingga mereka patungan mengumpulkan uang untuk nantinya
dikirim ke Roni.

Setelah terkumpul semua, ternyata di jumlah uang yang terkumpul Rp. 75,000,-.
Mereka pikir cukuplah daripada tidak sama sekali. Dan mereka
mengutus salah seorang polisi untuk mengirim uang tersebut ke rumah Roni
dengan disertai surat balasan yang isinya singkat:

Nak Roni, terimalah uang ini untuk keperluan Nak Roni.Semoga bermanfaat.

ttd

Polisi
Sesampai dirumah Roni mereka tidak menemuklan Roni. Polisi tersebut
menyelipkan surat balasan disertai dengan uang ke bawah Pintu rumah Roni.
Beberapa jam kemudian Roni pulang dan menemukan uang tersebut. Bukan main
senangnya hati Roni karena permintaannya dijawab oleh Tuhan. Tapi Roni
ingin menulis surat balasan untuk Tuhan.
Kemudian dia menulis surat balasan kepada Tuhan yang isinya:

Kepada Tuhan,

Tuhan, saya ucapkan terimakasih atas kiriman uang yang telah saya
terima. Tetapi lain kali saya mohon agar uang itu jangan dikirim lewat
Polisi....... karena uang itu pasti di potong.
MAKAN SAJA DULU ITU SEMUA

Setelah melewati 3 bukit dan ngarai, sang petani tiba di rumah kyai.
Kyai menanyakan maksud kedatangannya.
Petani (P) : Saya ingin bertanya, apakah kepiting sawah itu halal atau  haram ?
Kyai (K) Sebelum menjawab pertanyaan kamu saya ingin dulu bertanya, apakah kamu punya sawah ?
P: Punya , Kyai
K: Apakah di sawah yang kamu sedang tanduri itu kamu bisa memancing belut?
P: Iya, kyai, bisa
K: Apakah kamu punya empang ?
P: Punya, Kyai
K: Apakah di empangmu dipelihara aneka ragam ikan, sperti mujair, tawes, mas, nila, gurame ?
P : Iya , Kyai
K: Apakah kamu juga beternak ayam atau bebek seperti petani di sini?
P Iya, Kyai
K: Nah , kalau begitu, makan dulu saja itu semua, janganlah dulu
kamu persoalkan kepiting sawah, ayam, itik, ikan itupun mungkin tak habis kamu makan, jangan kau susahkan hidupmu dengan persoalan kepiting sawah.
SIAPA YANG LEBIH PARAH ?

Seorang santri  mendatangi rumah seorang Kyai di Kampung yang
terkenal amat mumpuni dalam ilmu hadits. Tetapi saat ia memasuki rumah
kyai dan duduk di ruang tamu, timbullah banyak pertanyaan dalam pikirnya
mengapa banyak gambar tertempel di dinding, mulai dari gambar presiden
dan wapresnya, hingga gambar keluarganya.
"Wah, kiyai ini konon ahli hadits, tetapi kok tidak mengamalkan hadits" pikir
santri  "Saya harus mempertanyakan masalah ini dengan kritis".
Melihat sang tamu duduk termenung, kyai bertanya " Nak , apa yang kamu
pikirkan ?"
"Saya tuh heran kyai, anda konon dikenal sebagai ahli hadits, tetapi
mengapa anda masih menempelkan foto-foto itu ?" tanya santri sambil
menunjuk ke arah dinding ." Bukankah itu menyalahi apa yang dinyatakan Nabi ? " Tanya santri lagi.
Alih-alih langsung memberikan jawaban terhadap pertanyaan sang santri,
Kyai dengan roman muka kaget dan kebingungan, melakukan gerakan
seperti mencari-cari sesuatu dari saku baju kokonya, tetapi ia tidak
menemukan sesuatu, ia pun mencari-cari sesuatu dari dompetnya, tetapi
juga tidak ada. Santri melihat Kyai dengan wajah bertanya-tanya.
Kyai memanggil pelayannya dan meminta agar istri Kyai mengambilkan
uang Rp 50.000, karena ia teringat harus membayar upah kerja kepada
tukang.
Saat mendengar alasan kyai yang sibuk- mencari-cari sesuatu, Santri
berkata , " Oh pak Kyai, kalau begitu, tak usahlah risau, biar ini saya
talangi dulu" kata Santri sambil menanggalkan kopiah hitamnya, kemudian
mengambil selembar Senyuman HMS dari lipatan di kopiahnya.
Dengan muka ceria sang Kyai, menerima uang Rp 50.000 itu memandangi
gambar HMSnya, kemudian memandang ke dinding , lalu
berkata, " Wah... nak Santri, menjawab pertanyaan anda tentang hadits
memasang gambar, saya sih tidak separah anda , saya hanya memasang
di dinding dan itupun dhohir terlihat orang lain. Sementara anda menempat-
kan gambar HMS secara khusus, teramat pribadi, dan bahkan di tempat sangat mulya di atas kepala anda
Minum Teh

Suatu Sore hari didalam bulan puasa ini, teman kita, sebutlah bernama Fulan
SP berkunjung ke rumah cewek kenalannya di Kerawang. Berhubung si cewek
sibuk di dapur untuk mempersiapkan buka puasa maka si Fulan SP ditemui oleh
Bapaknya Si Cewek. Ngobrol sana sini, sejurus kemudian Si Fulan SP disuguhi teh panas.
Bapaknya Si cewek : "Nak Fulan, tehnya silakan diminum"
Si Fulan SP : "Lho pak, bukankah buka puasanya masih satu jam lagi ??"
Bapaknya si Cewek : "Nak Fulan, apa salahnya, sambil menunggu buka puasa
kita minum-minum teh dahulu".
DIET SYUUR akhir pekan

Kenal Rudi "Tambun" ? Bukan. Bukan yang tinggal di Tambun, Bekasi. Itu lho, Rudi yang saking tambunnya sampai kayak telur asin bersepatu kalau ia jogging di lapangan terbuka. Banyak program ia ikuti agar bisa langsing. Maklum perjaka kaseb. Hasil program nihil. Berat badannya masih saja di atas 100 kilo. Tatkala terbaca olehnya advertorial "DIET SYUUR AKHIR PEKAN" di tabloit  terbatas "KOMES&TAHES", segera ia kontak via HP.
"Latihan ini berat tapi mengasyikkan," suara cewek di ponsel begitu renyah terdengar ketika menjelaskan program. "Di jamin ada hasil. Bila berat tidak turun, uang kembali penuh. Biayanya Rp. 30.000,- tiap kali berat Anda turun sekilo. Satu paket penurunan minimal 10 kilo; bayar di muka 100 ribu dan tidak termasuk biaya sewa cottage di tepi pantai Carita." Rudi tergoda dan akhirnya setuju untuk melunasinya dengan hanya menyebutkan nomor kredit card atas namanya.

Satu jam kemudian, HP Rudi berteriak. "Semuanya OK. Kami sudah booking Nuansa Bali Resort atas nama Anda dan telah lunas semuanya. Anda harus siap jam 8 malam besok Jumat di Carita. Satu dari sekian bidadari kami akan mengetuk cottage Anda pada jam itu. Bagaimana?" tanya konsultan bersuara seksi itu. Rudi Tambun mangut-manggut girang.

Jumat malam, tepat jam 8, terdengar ketukan pintu cottage. Rudi membukanya. Di malam yang dingin karena angin pantai itu berdiri di depan Rudi seorang wanita muda, cantik, sintal dengan pakaian training yang ketat. Rudi Tambun sampai terpana dibuatnya. "Saya dari program diet akhir pekan," wanita sintal nan sensual itu menyapa duluan. Belum lagi Rudi mempersilakan masuk, perempuan itu mulai menggodanya. "Mas boleh melakukan apa saja atas diri saya....."  Terbelalak mata Rudi memelototi tubuh tamunya dari ujung kaki (ia tak bersepatu) sampai ke ujung bibir, hidung, mata...  Gleg, Rudi menelan liurnya.

"O ya?" tanya Rudi. "Apa saja?"   Wanita itu mengangguk. "Termasuk begituan?"  tanya Rudi lebih terarah. "Ya, tentu saja. Apa saja. 'Kan mas sudah melunasi program."

"Ya ayo. Tunggu apa lagi?"

"Ada syaratnya. Jika Mas bisa menangkap saya sampai saya tidak berkutik. Saya menyerah, dan mas boleh melakukan apa saja. OK? Siap?" tantang cewek sensual itu. Rudi sempat menelan air liur lagi sebelum mengangguk-angguk bak orang bloon. Si Cewek berlari ke pantai, Rudi mengejarnya. Sampai agak larut malam, Rudi belum bisa menangkapnya, selain sempat menyentuh pantat cewek itu. Ia menyerah. Esok hari ia menimbang, bobotnya turun 10 kilo!

Minggu berikutnya ia menghubungi lagi Diet Syuur. "Saya ingin berat badan saya turun 10 kilo lagi," pintanya lewat telepon. "Terbukti efektif kan? Tambah langsing, tambah lagi biayanya. Sekarang jadi Rp. 50.000,- per kilo penurunan," kata wanita konsultan diet itu. "nDak masalah," kata Rudi optimis.

Kali ini pun cewek cantik langsing, putih tapi atletis, memakai pakaian training ketat, yang siap melayani Rudi. "Siap, Mas?" tantang si cewek. Maka, mulai lagi mereka berkejaran di pantai Carita. Sementara si cewek kelihatan capai, Rudi masih bersemangat. Menjelang tengah malam, Rudi nekad. Begitu agak dekat ia terkam itu cewek dengan tenaga penghabisannya. Mereka berdua terguling dan kaki si cewek tertangkap. Cewek sintal meronta dan bisa lolos. Ia berdiri menantang Rudi, kendati cuma bercelana dalam. "Permainan belum selesai,…" goda si cewek. Rudi ngos-ngosan kehabisan tenaga, sementara tangannya mencengkeram celana training cewek itu. Esok harinya Rudi mendapati bobot badannya turun lagi 10 kilo.

"Saya coba lagi," kata Rudi penasaran kepada konsultan dietnya sepekan kemudian. "Boleh tapi tantangannya lebih berat," tutur konsultan diet. "Perjanjiannya tetap ‘kan, kalau tertangkap sampai tidak bisa lari maka aku boleh main seks sepuasku?" tanya Rudi agak panas. "Tentu. Biayanya Rp. 75.000,- per kilo penurunan." Rudi melakukan transaksi.

Jam 8 malam, di depan cottage Rudi berdiri wanita muda, hitam manis, agak kekar tapi atletis, sintal dan montok. "Siap, Mas? " tantang si hitam manis. "Tunggu," kata Rudi, "Sudah diberitahu oleh bos kamu, kalau kamu sampai tertangkap tak berkutik olehku, aku akan menidurimu sepuasku malam ini?" Si hitam manis hanya mengangguk dengan senyum serta kilatan mata nakalnya.

Pantai Carita malam itu menjadi medan perjuangan yang seru baik bagi Rudi maupun si hitam manis. Rupanya Rudi makin gesit saja, terlihat beberapa kali si hitam manis nyaris tertangkap. Menjelang tengah malam kedua insan itu hampir kehabisan nafas. Mereka bergulingan dan saling tindah. Si hitam manis sampai meronta dua kali. Pada terkaman terakhir, si hitam manis masih bisa lolos dan segera berdiri menantang, dengan nafas kembang kempis. Sementara Rudi tersungkur, dan tak bisa bangun karena kelelahan. Sepanjang pantai memang nyaris tanpa lampu. Tapi penerangan bulan purnama cukup jelas bagi siapapun untuk memelototi si hitam manis yang berdiri mengangkang, apalagi dari jarak dua tiga jengkal. Begitu loyonya sampai Rudi hanya bisa meregang dan memegang kuat-kuat celana training dan celana dalam si hitam manis itu. Kali ini bobotnya turun 15 kilo.

"Saya mau coba lagi!" Rudi nyaris berteriak sewot kepada konsultan Diet Syur sepekan kemudian. "Maaf Mas Rudi, kami sudah tidak punya program diet lagi untuk Mas. Berat badan Mas sudah mendekati ideal. Berapa berat Mas sekarang? ("73," jawab Rudi) Coba, Diet Syur kami bisa menurunkan bobot Mas Rudi 35 kilo!"

"Aku ndak mau tahu. Pokoknya, faktanya, aku masih belum mencapai berat badan ideal, dan itu tidak melanggar persyaratan untuk ikut program dietmu. Anda tahu ‘kan pembeli adalah raja?"

"Oke, oke. Tapi yang ini agak sulit bagi mas. Maklum ini program spesial. Dan biayanya juga lumayan, Rp. 200.000 per kilo penurunan," papar konsultan diet itu. "Aku tidak peduli, pokoknya aku ikut. Titik!"

Jam 8 lewat tapi belum juga terdengar ketukan pintu. Rudi "Langsing" –demikian teman-teman mengubah julukannya—mulai gelisah. Baru saja Rudi mau menelepon, terdengar pintu cottage diketuk orang. Hampir meloncat Rudi membuka pintu.

Di depan pintu berdiri wanita gendut, hitam, agak pendek, berjerawat pipinya. Hidungnya pesek pula. Ia berpakaian training cekak, dan ketika angin pantai bertiup, hidung Rudi mendeteksi bau keringat enci-enci yang hobi makan babi dengan bumbu banyak bawang dan jengkol. Terpaksa Rudi membuang nafas untuk mengusir bau keringat sengak itu.

"Saya Voni, Mas," kata cewek hitam tambun itu sambil tersenyum malu-malu. "Mas Rudi Genecang ‘kan? Bagaimana? Sudah siap, Mas?"

Rudi gelagapan, "Pasti Diet Syur salah kirim."

"Oh, tidak Mas Rudi. Alamat dan data mas sudah jelas tertulis di sini kok?"

"Pasti salah kirim. Sebab, kalau melihat begini, satu kali lompatan kamu sudah bisa saya tangkap," kilah Rudi yang mulai kegerahan.

"Bukan Mas yang mengejar, tapi saya. Saya peserta Diet. Siap?" Cewek gendut itu mulai tak sabar untuk menerkam. "Baik, kalau begitu. Mari kita pantai dan kejar saya," kata Rudi mendengus.

"Dalam kontrak tidak disebut medannya harus di pantai. Di sini cuma tertulis: Bila peserta diet sampai dapat menangkap orang sebagaimana ditentukan dan disebut dalam kontrak di mana pun, maka peserta bisa dan boleh melakukan keasyikan apa saja, termasuk seksual, di mana orang tersebut tertangkap. Jelas? Dan saya akan menerkam sampean. Sekarang!"

Kejujuran

Suatu hari ada seorang tukang kayu sedang menebang kayu di hutan, dan
tidak sengaja kapaknya jatuh ke jurang. Si tukang kayunya sedih soalnya itu
kapak satu-satunya walaupun sudah tua umurnya. Pas lagi sedih-sedihnya datang seorang malaikat
Malaikat: He..tukang kayu, kamu kenapa kog sedih sekali ?
Tukang kayu: Iya nih malaikat, saya punya kapak satu-satunya jatuh ke
jurang, gimana saya bisa nebang pohon lagi?
Malaikat: Oh..gitu, ok kamu jangan sedih saya akan bantu ambilkan.
Kemudian Malaikat tsb turun ke bawah jurang, dan dia ingin mengetes
kejujuran si tukang kayu tersebut dengan memberikan kapak yang lain, yang
pertama dikasihkan kapak dari emas.
Malaikat: Pak ini bukan kapaknya?
Tukang kayu: bukan...bukan, kapak saya jelek kog. Kemudian Malaikat
tersebut kasih kapak yang kedua yang terbuat dari perak.
Kata si tukang kayu: bukan juga, yang punya saya sudah jelek kapaknya.
Malaikat tersebut senang karena tukang kayu ini jujur, dan dia ngomong:
He tukang kayu, karena kamu jujur orangnya saya akan kasih kamu 3 kapak lagi yang baru.
Pas pulang ke rumah, si tukang kayu cerita sama istrinya. Besoknya si
tukang kayu dan istrinya ke hutan untuk melihat tempat dia ketemu dengan
malaikat tersebut. Saking hebohnya, si istrinya jatuh juga ke jurang, terus
si tukang kayu sedih lagi. Datang lagi malaikatnya.
Malaikat: Lho..kamu kenapa, kog sedih lagi ?
Tukang kayu: Iya nih, istri saya jatuh ke jurang, saya sedih sekali
karena dia istri satu-satunya. Terus malaikat tsb bantu untuk turun ke
jurang lagi mencari istrinya. Malaikatnya ingin ngetes lagi sama tukang
kayunya, dengan memberikan Sophia Latjuba ke tukang kayunya.
Malaikat: he tukang kayu, ini bukan istrinya?
Tukang kayu: (agak gugup)..hmm, iya! yah! dia istri saya.
Karena tukang kayunya berbohong si malaikatnya sedih.
Malaikat: (sedih)..kog kamu tidak jujur dan berbohong pada saya ?
Tukang kayu (membela diri): Iya..soalnya kalau saya jujur, nanti saya dikasih 3 istri lagi.....
Malaikat: Oh...??!
Reuni

Darsono, Wardi, Sugeng ambek Jono janjian ngadakno reuni ndhik restoran.
Karo mangan, wong papat iku ngobrol bernostagia. Mari mangan Darsono pamitan
kate karaoke, "Njaluk lagu opo rek ? Walang kekek tah ???"

Karo ngrungokno Darsono nyanyi, konco-koncone nerusno ngobrol.

"Yok opo anak-anakmu Geng ?" takok Wardi. Sugeng terus cerito,
"Oo,apik-apik ae, anakku lak loro tah. Sing wedhok saiki melok bojone dhadhi
Kapolres ndhik Medan. Lha anakku lanang iki saiki wis dhadhi boss, pabrike
wis loro, pabrik sepatu ambek pabrik mie. Cumak yo ngono, aku sing dadhi
bapake ae gak tau blas ditukokno montor, dhadhak pas pacare ulang tahun
wingi, ditukokno BMW 318 gress."

"Lha anakmu yok opo War ?".

Wardi genti sing cerito,"Anakku telu lanang kabeh, sing loro kerjo ndhik
Amerika, lha sing ragil saiki wis dhadhi direkture developer omah. Tapi yo
blaen pisan anakku sing ragil iki. Omahe bapake wis seyek dijarno ae,
dhadhak wingi pas pacare ulang taun ditukokno omah anyar."

"Anakmu yok opo Jon ? ".

Jono saiki sing cerito, "Anakku papat, lanang sithok, wedhok telu, saiki
wis mentas kabeh. Sing paling sukses yo anakku sing lanang iku. Saiki dhadhi
pialang saham.  Cumak yo mbleset pisan anakku lanang iki. Lha mosok aku gak
tau dike'i dhuwik blas, dhadhak pas pacare ulang tahun dike'i deposito satus juta".

Mari Jono cerito, Darsono teko, "Cerito opo ae kon rek ?"
"Iki lho Dar, cerito perkoro anak, yok opo anakmu Dar ?" takok Jono.
Mari nyumet rokok, Darsono cerito,"Anakku mek sithok, nggapleki pisan.
Pinginku tak kongkon dhadhi ABRI dhadhak malah dhadhi bencong. Wis limang
taun iki bukak salon, ket biyen sampek saiki yo pancet ae nyalon. Tapi masio
bencong yo tetep anakku. Opo maneh areke sakjane apikan pergaulane luas
ambek sayang karo bapake. Ben ndhuwe rejeki aku mesti oleh bagian. Wingi pas
ulang taun, onok koncone sing ngado BMW anyar, omah anyar
ambek deposito satus juta.  Jarene kabeh gawe bapak, aku tak nyalon ae. Aku
yo seneng ae, lek gak ngono mosok isok aku nraktir peno kabeh. Lha BMW sing
tak gae mapaki peno kabeh lak seko dhe'e  pisan."

Wardi, Sugeng, Jhono "Heeeee...... ????? Opo....."
BERITA BURUK DAN BAIK

Sehabis cuti, Direktur kembali ke kantornya.
"Pak Direktur," begitulah sambutan hangat sekretarisnya, " Ada 2 berita untuk Bapak. Yang satu buruk,
dan yang satunya lagi baik."
"Mulailah dengan berita buruk itu."
"maaf Pak, sejak 2 minggu yang lalu, Bapak bukan direktur lagi.
"Yang baik?"
"Kita akan punya anak."
TELINGA TERBAKAR

Ibu Sudiro yang sudah tua datang kepada dokter. Kedua telinganya terbakar.
"Apa yang terjadi pada Ibu?"
"Saya sedang menyetrika, lalu telepon berdering......"
"Itu kejadian yang menimpa telinga kiri Ibu, lalu yang kanan?"
"Lalu saya mau menelepon ambulans."
KEJUJURAN

"Kalau kamu mau bekerja di sini, anak muda," kata kepala
personalia, "Kamu harus selalu menjaga
kebersihan di perusahaan ini."
"Apakah tadi kamu membersihkan sepatumu di keset sebelum memasuki kantor ini?"
"Oh, sudah Pak."
"Dan 1 lagi, kami juga sangat menghargai kejujuran.
Di pintu kantor ini, harap kau ketahui, anak muda, tidak pernah ada keset kaki."
TERBUKTI

"Kenapa kamu berhenti dari pekerjaan terakhirmu?"
"Boss saya menudah saya mencuri uang perusahaan."
"Kenapa tidak kau suruh dia membuktikannya?"
"Sudah. Ternyata dia bisa."
MEMELAS

Seorang anak berlari menemui ibunya di dapur.
Anak : "Bu, minta uang."
Ibu : "Buat apa?"
Anak : "Itu, di depan rumah ada orang yang bertriak memelas."
Ibu : "Apa teriakannya?"
Anak : "Bakso, Bakso!"
TIDAK MELIHAT

"Apakah Saudara tidak melihat lampu merah?" tanya seorang
polisi
kepada seorang pengendara motor.
"Saya lihat, Pak."
"Lalu kenapa Saudara tidak berhenti?"
"Saya tidak melihat Bapak."
TAKUT

"Waktu anakmu kejatuhan buah kelapa, kenapa kamu tidak menolongnya?"
"Aku takut."
"Takut apa?"
"Takut turun dari pohon kelapa yang aku panjat."
SABAR

"Saya heran, Saudara begitu sabar menunggu rumah, sedangkan istri
Saudara setiap malam pulang pagi."
"Laki-laki pulang pagi menghabiskan uang, sedangkan wanita pulang pagi mendatangkan uang."
Itulah sebabnya saya membiarkan istri saya pulang pagi.
NONTON NGGAK PAKAI SEPATU

"Heran saya," gerutu Firman, "Nonton di Jakarta Theater kok nggak boleh pakai sandal."
"Masak?" kaget Rudi. Jadi harus pakai sepatu?"
"Pakai sepatu juga nggak boleh."
"Habis pakai apa, dong?"
"Pakai karcis."
TUKANG LAS

Ridwan : "Kum, kamu kenal Gatotkaca?"
Markum : "Kenal. Dia kan tokoh wayang yang hebat."
Satria dari Pringgodani yang berotot kawat dan bertulang baja."
Ridwan : "Nah, coba kalau Gatotkaca sakit, berobatnya ke mana?"
Markum : "Barangkali ke gurunya."
Ridwan : "Salah! Yang benar dia psti ke tukang las."
KECEBUR

Anak : "Bu, dari tadi si Ima nangis terus, nggak mau berhenti."
Ibu : "Ini Rp 500,-. Kasih ke dia buat jajan."
"Bilang, jangan nangis lagi."
Anak : "Percuma, BU. Dia nggak bakal mau diam."
Ibu : "Dasar anak nakal. Di mana sih dia sekarang?"
Anak : " Tuh, di dalam sumur."
MENYESAL DULUAN

Iwan : "Mir, kata orang, penyesalan selalu datang belakangan.
Tetapi Kemarin ada lho, orang yang menyesal duluan."
Amir : "Mungkin dia keburu sadar, sebelum bertindak."
Iwan : "Bukan begitu. Orang ini beriringan sama kawan-kawannya.
Dia jalan paling depan. Tiba-tiba dia terperosok masuk comberan.
Eh setelah ditolong, ia nyeletuk, "Nyesel deh aku  jalan duluan."
KETAHUAN

Seorang anak yang mencuri mangga kepergok si empunya pohon.
Pemilik : "Hei, sedang apa kami di atas situ?"
Anak : "Anu, Pak. Cari layang-layang."
Pemilik : "Buat apa?"
Anak : (Tambah gugup) "Eh, buat bikin rujak, Pak."
MELUKIS

"Sedang ngapain kamu, Wan?"
"Sedang melukis kuda makan rumput."
"Mana rumputnya? Kok nggak kelihatan?"
"Sudah dimakan kuda."
"Lho, kudanya mana?"
"Sudah pergi! Untuk apa lagi dia di sini, kalau rumputnya sudah habis!"
DUA-DUANYA

Untuk memperingati ulang tahun perkawainan yang ke-7, Najib menawarkan 2 pilihan kepada istrinya.
"Pilih salah satu, Yang," katanya.
"Jalan-jalan ke Paris, atau membeli 2 lusin busana rancangan terbaru perancang terkenal."
"Saya pilih jalan-jalan ke Paris saja. Di sana kita pasti bisa membeli 2 lusin busana rancangan terbaru Dior
SIAPA YANG MENEMUKANNYA?

Pada pelajaran Ilmu Bumi, guru meminta seorang anak maju ke depan.
"Andi, coba tunjukkan di mana letak Canada dalam peta buta ini."
Andi menunjukkannya dengan tepat.
"Bagus! Sekarang, Tono, coba katakan siapa yang telah menemukan Canada?"
"Andi, Bu" jawab Tono kalem.
SINGA

Freddy berburu ke Afrika. Tengah hari rombongannya berjumpa dengan seekor singa.
"Harap tenang," kata pemandunya. Berdasarkan buku yg saya baca,
kalau kita tidak bergerak, singa itu tidak akan mengganggu dan segera meninggalkan tempat ini."
Tapi Freddy menyela, " Apakah singa itu juga membaca buku yang kamu baca?'
ONOK IWAK

Mat Pithi kerja nang bar. Dodolane, ya mesti bangsane minuman keras. Dawet
ya gak onok. Opo maneh es cao.
Onok arek teko, Wonokerun. Njujug mejane Mat Pithi, karo takon : 'Onok lele, cak ?'
Jare Mat Pithi : 'Gak onok, dik'
Wonokerun metu.
Mene sorene maneh teka, njujug mejane Mat Pithi.
Takon: 'Onok lele, cak ?'
Jare Mat Pithi : 'Gak onok, dik'
Wonokerun metu.
Mene sore ngono maneh. Wonokerun teka maneh. Takonane podo. Mat Pithi mulai morang-moring.
'Dik, ndik kene iki bar, duduk warunge cak Dirun. Ndik kene iki dodolane
omben-omben, sing larang-larang. Nek peno katene golek lele, ika lho, ndik
iringane bar iki rodok etan', mbarek getem-getem.
Dobol ancene Wonokerun iki, wong ndik bar kok takok lele. Jancuk.
Mene sore ngono maneh. Wonokerun teka maneh. Takonane podo. Mat Pithi tambah morang-moring.
'Gak dik, peno iku cik goblog-e see. Pisan maneh peno takok lel ndik kene tak paku peno. Metu !'
Mene sore Wonokerun teka maneh. Mbukak lawang, nyidek nang mejane Mat Pithi.
Mat Pithi wis siap-siap kate morang-moring.
Wonokerun takok : 'Cak, onok paku?'
Mat Pithi : 'Gak onok !'
Wonokerun takok maneh : 'Cak, duwe palu ?'
Mat Pithi : 'Gak onok. Ola opo se peno takok paku, palu, barang iku?'
Wonokerun, njawab, polos, tanpa dosa : 'Enggak, cak.
Nek ancen gak onok, aku kate takok ...'
Mat Pithi : 'Takok opo?'
Wonokerun : 'Onok lele ?'
Bapak & Anak

Anak (A) : Pa, kenapa bercinta itu sangat mengasyikkan ?

Papa (P) : Karena rasanya seperti kalau kamu mengupil dengan tanganmu, enak kan ?

A: Kenapa wanita itu lebih menikmati dari laki-laki ?

P: Itu karena bila kau mengupil, hidungmu lebih terasa nikmat daripada jarimu

A: Kenapa wanita benci kalau dia diperkosa ?

P: Itu karena bila kau sedang berjalan santai dijalan, tiba - tiba orang lain datang menghampiri dan mengupil hidungmu, apakah itu mengasyikkan ?

A. Kenapa wanita tidak bisa melakukannya bila sedang mensturasi ?

P: Itu karena bila hidungmu berdarah, apakah kamu masih mau mengupilnya...

A: Kenapa laki - laki tidak mau memakai kondom ketika mereka bercinta

P: Apakah kamu suka mengupil dengan memakai sarung tangan ?

A: Woooooooa....papa memang hebat.

P: Terima kasih

Ayo Sekolah,.......

Si Rini rajin banget ngomongnya..

apalagi semenjak suami saya di phk..

untungnya saya bisa jahit.. saya jahit mulut si Rini..

Jadi,si Rini tidak bisa ngomong lagi..


Sekarang ini banyak anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah..

sebagai guru saya prihatin.. untunglah saya punya usaha bikin keset

saya ajarin mereka cara bikin keset..

Alhamdulillah, sekarang mereka mirip keset semua..

 
Nama saya Seri,kelas 2 SMU..

pulang sekolah saya mangkal di sini..

kadang-kadang di booking sampai pagi..

uangnya Seri kumpulin dikit-dikit.. buat beli ecstacy..

Kucing

Wonokairun tuku rinso ndhik tokone Bunali.
  "Mbah, kok dengaren sampeyan umbah-umbah dhewe ?" takok Bunali.
  "Aku arep ngumbah kucing" jare Wonokairun.
  "Gak salah to, Mbah." Bunali bingung.
  "Iyo soale kucingku akeh tumane." Jare Wonokairun.
  "Wah yo isok mati kucing sampeyan Mbah" Bunali ngilingno.
  "Lho koncoku wingi ngono, yo gak opo-opo"  jare Wonokairun.
  bar mbayar, Wonokairun mulih terus ngumbah kucinge.

  Sisuke, Wonokairun teko maneh ndhik tokone Bunali arep tuku rokok.
  "Piye kucingnge sampeyan Mbah ?" takok Bunali.
  "Kucingku mati " jare Wonokairun.
  "Lho lak tenan, to.  Sampeyan iku tak kandhani gak percoyo.  Laopo kucing
  kok dikumbah ambek rinso, wong ono obat tumo" Bunali nyeneni.
  "Kucingku mati ora mergo rinso" jare Wonokairun.
  "lha terus kucinge mati kenopo??" Bunali gak sabar.

  "Tak peres . . . ."